Fish ( click to give food )

Jumat, 18 Februari 2011

PENGHUNIAN DAN PERSEWAAN RUMAH NEGARA GOLONGAN III

I. DASAR HUKUM 1. PP No. : 40 Tahun 1994. 2. Keppres No. : 17 Tahun 2000. 3. Keputusan Menteri PU No. : 72/KPTS/1969 tanggal 1 April 1969 4. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan No.: SE-1-16/SJA/VII.3/3/77 tanggal 7 Maret 1973. 5. Keputusan Menteri Kimpraswil No. 373/KPTS/M/2001 Tanggal : 16 Juli 2001. 6. Kepmen. Kimpraswil No. 01/KPTS/M/2001. II. PENGHUNIAN RUMAH NEGARA (PP. Nomor 40 Tahun 1994) 1. Penghunian Rumah Negara hanya dapat diberikan kepada pejabat atau Pegawai Negeri. 2. Untuk dapat menghuni Rumah Negara harus memiliki Surat Ijin Penghunian. 3. Surat Ijin Penghunian Rumah. a. Rumah Negara Golongan I dan Golongan II penunjukan penghuniannya oleh pejabat yang berwenang pada instansi yang bersangkutan. b. Rumah Negara Golongan III penunjukan penghuniannya berada pada Departemen Kimpraswil. 4. Pemilik Surat Ijin Penghunian wajib menempati Rumah Negara selambat - lambatnya dalam jangka waktu 60(enam puluh) hari sejak surat ijin penghunian diterima. 5. Suami dan istri yang masing - masing berstatus Pegawai Negeri, hanya dapat menghuni satu Rumah Negara. 6. Pengecualian terhadap ketentuan 5) hanya dapat diberikan apabila suami dan istri tersebut bertugas dan bertempat tinggal di daerah yang berlainan. 7. Kewajiban dan larangan penghuni Rumah Negara. a. Penghuni Rumah Negara wajib: 1) Membayar sewa rumah 2) Melihara rumah dan memanfaatkan rumah sesuai dengan fungsinya b. Penghuni Rumah Negara dilarang : 1) Menyerahkan sebagian seluruh rumah kepada pihak lain. 2) Mengubah sebagian atau seluruh bentuk rumah 3) Menggunakan rumah tidak sesuai fungsinya III. WEWENANG PENUNJUKAN PENGHUNIAN RUMAH NEGARA GOLONGAN III. Penghunian Rumah Negara Golongan III ditunjuk oleh Departemen Kimpraswil cq : 1. Direktorat Bina Teknik untuk rumah terletak di wilayah DKI Jakarta. 2. Dinas yang membidangi urusan Gedung dan Rumah Negara Propinsi terletak di wilayahnya. IV. TATA CARA PENUNJUKAN PENGHUNI RUMAH NEGARA GOLONGAN III 1. Penghunian Rumah Negara Golongan III dinyatakan dengan Surat Izin Penghunian(SIP) yang diterbitkan oleh Departemen Kimpraswil. 2. Kelengkapan pengajuan Surat Ijin Penghunian Rumah Negara Golongan III adalah : a. Formulir permohonan b. Foto copy SK Golonngan III c. Foto copy SIP Golongan II d. Foto copy status kepegawaian pemohon e. Gambar asli rumah, bila rumah telah diubah/harus dimasukkan/digambar f. Pas foto 3 x 4 sebanyak 6 lembar 3. Bila hak penghuniannya dimutasikan kepada Janda/Duda atau kepada Pegawai Negeri yang lain, maka harus dilengkapi dengan : a. Formulir permohonan rumah negara b. Surat ijin penghunian rumah negara yang lama (yang memindahkan) c. Foto copy SK status kepegawaian dari yang menerima mutasi d. Pas foto 3 x 4 sebanyak 6 lembar dari yang akan menerima mutasi e. Bagi janda/duda menyerahkan Surat Keterangan Kematian atau SK Pensiun sebagai janda/duda f. Surat pernyataan penyerahan dari penghuni lama kepada penghuni baru yang diketahui/disetujui oleh instansi dari penghuni lama. 4. Penghuni bersedia membeli rumah dalam jangka waktu 1 tahun setelah rumah ditetapkan menjadi golongan III dan siap melaksanakan pembayaran ke KPKN. Dan kelalaian pelaksanaan kewajiban dikenakan sangsi membayar sewa 2 kali menurut ketentuan sewa yang berlakuk sesuai Keppres No. : 13 Tahun 1974 Jo. No. : 81 tahun 1982. V. CARA PEMBAYARAN SEWA 1. Berdasarkan SK Menteri Kimpraswil No. 373/KPTS/M/2001 Tgl 16 Juli 2001 Rumus Sewa: Sb = Sewa bangunan per bulan 2,75% = Presentase sewa terhadap nilai bangunan Lb = Luas bangunan dalam meter persegi Hs = Harga satuan bangunan per meter persegi Ns = Nilai sisa bangunan/layak huni (60%) Fkb = Faktor klasif ikasi tanah/kelas bumi ( %) Fk = Faktor keringanan sewa untuk PNS (5%) Sb = 2,75% x [(Lb x Ha Ns) x Fkb] x Fk Pembayaran sewa dapat dilakukan sebagai berikut : a. Pembayaran dengan pemotonngan langsung dari gaji b. Pembayaran dengan menyetor langsung ke KPKN melalui Bank Pemerintah terdekat Untuk mengetahui pembayaran sewa tiap KPKN secara berkala menyampaikan data penerimaan sewa kepada instansi yang menerbitkan SK penunjukan penghuni yang kemudian meneruskann-nya ke Direktorat Bina Teknik. Diposkan oleh Irwan Susanto Blog di 16:31 4 komentar Label: Rumah Dinas / Negara Pengalihan Status Rumah Dinas / Rumah Negara PENGALIHAN STATUS RUMAH NEGARA (PP. NO. 40 TAHUN 1994) a. Rumah Negara yang dapat dialihkan statusnya hanya Rumah Negara Golongan II menjadi Rumah Negara Golongan III. b. Rumah Negara Golongan II dapat ditetapkan statusnya menjadi Rumah Negara Golongan I untuk memenuhi kebutuhan Rumah Jabatan. c. Rumah Negara Golongan II yang tidak dapat dialihkan statusnya menjadi Rumah Negara Golongan III adalah : 1) Rumah Negara Golongan II yang berfungsi sebagai mess/asrama sipil dan ABRI 2) Rumah Negara Golongan II yang mempunyai fungsi secara langsung melayani atau terletak dalam lingkungan suatu kantor instansi, rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, pelabuhan udara, pelabuhan laut dan laboratorium/balai penelitian. 3) Apabila Rumah Negara Golongan II yang akan dialihkan statusnya menjadi rumah Negara golongan III berada diatas tanah pihak lain, pimpinan instansi yang bersangkutan harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari pemegang hak atas tanah. SYARAT-SYARAT RUMAH NEGARA GOLONGAN II DAPAT DIALIHKAN STATUSNYA MENJADI RUMAH NEGARA GOLONGAN III (Berdasarkan Keppres R.I. No.: 13 Tahun 1974 Jo. No. : 81 Tahun 1982 tentang Perubahan/ Penetapan Status Rumah Negara) 1. Menurut pertimbangan rumah tersebut sudah tidak memenuhi fungsi yang ditetapkan semula, sehingga tidak sesuai lagi dengan golongan rumah semula. 2. Umur rumah minimum 10 (sepuluh) tahun sejak selesai dibangun/dibeli/dimiliki oleh Negara. 3. Status tanahnya sudah ditetapkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 4. Rumah tidak dalam sengketa. 5. Penghuni menyatakan bersedia membeli dan siap melaksanakan pembayaran yang disetorkan kepada KPKN, dengan ketentuan : a)Penghuni sudah mengajukan permohonan sewa beli dalam jangka satu tahun terhitung sejak dikeluarkan SK Rumah Negara Golongan III. b) Kelalaian melaksanakan kewajiban sebagaimana butir a)dikenakan sangsi membayar sewa dua kali dari sewa setiap bulannya. TATA CARA PENGALIHAN STATUS RUMAH NEGARA GOLONGAN II MENJADI GOLONGAN III (Berdasarkan Keppres RI No. : 13 Tahun 1974 Jo Kep. Dirjen Cipta Karya No.:/19/KPTS/CK/1976). 1. Menteri/ Pimpinan Lembaga Tinggi Negara yang bersangkutan, apabila menganggap perlu, dapat mengusulkan untuk mengalihkan status Rumah - Rumah Negara yang ada dibawah wewenangnya menjadi Rumah Negara Golongan III. 2. Permohonan diajukan oleh Menteri/ Pimpinan lembaga Tinggi Negara yang bersangkutan kepada Menteri Kimpraswil cq. Direktorat Jenderal Perkim melalui Direktorat Bina Teknik dengan mengisi formulir permohonan pengalihan status rumah Negara,dengan lampiran : a. Gambar legger rumah dan situasi b. Salinan/ fotocopy SK penetapan rumah Negara golongan II c. Salinan/ fotocopy keterangan hak atas tanah. d. Salinan/ fotocopy keterangan otorisasi pembangunan/ DIP e. Salinan/ fotocopy IMB f. Salinan/ fotocopy SIP golongan II g. Surat pernyataan penghuni sanggup membeli rumah Masing-masing rangkap 3 (tiga) 3. Sebelum formulir permohonan dengan lampirannya diajukan kepada Menteri Kimpraswil cq. Dirjen Perkim, kebenarannya diteliti dan diperiksa terlebih dahulu oleh : a. Direktur Bina Teknik untuk rumah terletak di DKI Jakarta; b. Kepala Dinas yang membidangi urusan Gedung dan Rumah Negara Propinsi untuk Rumah yang terletak di wilayahnya; 4. Menteri Kimpraswil cq. Direktur Jenderal Perkim menetapkan status golongan rumah yang bersangkutan menjadi Rumah Negara Golongan III. Diposkan oleh Irwan Susanto Blog di 11:45 1 komentar Label: Rumah Dinas / Negara Penggolongan Rumah Negara 1. Rumah Negara Golongan I adalah Rumah Negara yang dipergunakan bagi pemegang jabatan tertentu dan karena sifat jabatannya harus bertempat tinggal di rumah tersebut, serta hak penghuniannya terbatas selama pejabat yang bersangkutan masih memegang jabatan tertentu tersebut. 2. Rumah Negara Golongan II adalah Rumah Negara yang mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu instansi dan hanya disediakan untuk didiami oleh Pegawai Negeri dan apabila telah berhenti atau pension rumah dikembalikan kepada Negara. 3. Rumah Negara Golongan III adalah Rumah Negara yang tidak termasuk Golongan I dan Golongan II yang dapat dijual kepada penghuninya. (Keywords:golongan rumah dinas,golongan rumah negara) Diposkan oleh Irwan Susanto Blog di 10:02 1 komentar Label: Rumah Dinas / Negara Rumah Dinas/Negara, Definisi dan Dasar Hukum Definisi Rumah Dinas/Negara Rumah Negara atau Rumah Dinas (Rumdin) yang biasa disebut oleh orang secara umum atau rumah dinas jabatan secara khusus adalah bangunan yang dimiliki Negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas Pejabat dan/atau Pegawai Negeri. DASAR HUKUM : 1. PP No. 40 tahun 1994 2. Keppres R.I. No. 13 Tahun 1974 Jo. No. 81 Tahun 1982 3. Keputusan Menteri PU No. 74/KPTS/1974 4. SE Menteri PU No. 13/SE/1974 5. Kepmen. Kimpraswil No. 01/KPTS/M/2001 6. Kep. Dirjen Cipta Karya No. 1/19/KPTS/CK/1976 (Keywords: rumah dinas, rumah dinas jabatan, rumah negara, peraturan rumah dinas, peraturan rumah negara, definisi rumah dinas jabatan, definisi rumah dinas, definisi rumah negara, dasar hukum, peraturan rumah dinas, peraturan rumah negara, peraturan rumah dinas jabatan, PP No. 40 tahun 1994, Keppres R.I. No. 13 Tahun 1974 Jo. No. 81 Tahun 1982, Keputusan Menteri PU No. 74/KPTS/1974, SE Menteri PU No. 13/SE/1974, Kepmen. Kimpraswil No. 01/KPTS/M/2001, Kep. Dirjen Cipta Karya No. 1/19/KPTS/CK/1976)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini